Sumber Gambar: images.detik

Kota Cirebon, Jawa Barat, saat ini menawarkan berbagai obyek wisata menarik, dari wisata kuliner, wisata alam, wisata belanja, dan lain-lain. Dan Sintren, seni tari khas Cirebon harus masuk dalam jadwal Anda ketika mengunjungi kota Cirebon. Tarian ini memadukan unsur magis, mistis, dan hipnotis. Seorang gadis yang menari Sintren akan menari di alam bawah sadarnya setelah sebelumnya melalui prosesi penuh asap kemenyan.

Kesenian Sintren bersumber dari cerita cinta kasih antara Sulandono dan Sulasih. Sulandono adalah putra Ki Baurekso, hasil pernikahannya dengan Dewi Rantamsari. Sulandono berpacaran dengan Sulasih, putri seorang warga biasa di desa Kalisalak. Kisah cinta ini tidak direstui oleh Ki Baurekso. akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.

Tari Sintren Cirebon yang Mistis, Magis, dan Hipnotis-2

Tari Sintren harus diperagakan oleh gadis yang masih suci atau perawan. Kemudian selama pertunjukan akan dibantu oleh pawang sambil diiringi gending sebanyak enam orang. Dalam perkembangannya, kini Tari Sintren sebagai hiburan budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodor (lawak). Dikemas dengan sedikit komedi untuk memudarkan kemistikannya. Mengapa demikian? Karena biasanya yang menyaksikan laga sang penari sintren bukan hanya kalangan dewasa melainkan anak-anak juga ikut menyaksikannya. Selain Tari Sintren seni budaya Jawa Barat yang mistis dan magis adapula Tari Bedhaya Ketawang asal Solo Jawa Tengah yang juga tidak kalah mistis dan perlu Anda ketahui.

(Berbagai Sumber)