Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki banyak daya tarik wisata, salah satunya adalah Candi Angkor Wat yang terdapat di kota Angkor, Kamboja. Kawasan candi ini merupakan kawasan candi Hindu terbesar di dunia dan dibangun pada awal abad 12 oleh Raja Suryavarman II. Sebenarnya di sekitar kawasan Angkor ini banyak kuil-kuil lainnya juga, namun memang yang paling terkenal dan menarik banyak wisatawan adalah Angkor Wat ini. Sebenarnya apakah yang membuat tempat ini begitu menarik wisatawan hingga ke mancanegara? Mari kita tilik dari sejarah dan misterinya.

Sejarah Angkor Wat

Sebelum berganti nama menjadi Angkor Wat, candi ini merupakan Preah Pisnulok atau Vishnuloka, yang artinya tempat Dewa Wisnu bersemayam. Kota Angkor sendiri menyimpan banyak sejarah hingga pernah dicap sebagai kota yang hilang seperti halnya Atlantis. Mengapa seperti itu? Setelah peperangan pada abad ke-12, seluruh isi kota Angkor mati dan lenyap hingga kabarnya pun menguap hingga berabad-abad kemudian. Kerajaan Angkor sendiri sudah berdiri sejak tahun 200 Masehi pada masa Kerajaan Funan. Terjadi banyak pergantian kedudukan setelahnya hingga ditaklukkan oleh Kerajaan Kamboja (Khmer), yang pada akhirnya berkuasa pada tahun 800 M sampai 1225 M.

Menjelajah Candi Angkor Wat

Pada tahun 1850-an Kota Angkor dan Kuil Angkor Wat kembali ditemukan ketika seorang ahli Biologi asal Perancis, Henri Mouhot menemukan sisa-sisa reruntuhan kota dan kuil raksasa saat ia dan rekan-rekannya sedang melakukan ekspedisi untuk penelitian jenis tanaman-tanaman tropis. Langsung saja setelahnya Henry mengumumkan penemuan besar tersebut kepada dunia barat. Angkor Wat yang selama beratus-ratus tahun terkubur dalam lebatnya belantara hutan pun langsung menjadi perebutan negara-negara barat saat itu.

Daya Tarik Angkor Wat

Setelah mengetahui bagaimana sejarah di balik berdirinya Candi Angkor Wat tersebut, biasanya orang-orang akan langsung tertarik untuk mengunjungi tempat yang resmi menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1992 ini. Sebelum memasuki kompleks candi ini, para wisatawan akan disambut terlebih dahulu oleh kota Siem Reap yang terletak di bagian barat laut Kamboja. Siem Reap merupakan kota kecil yang memiliki banyak bangunan bersejarah, dan beberapa museum dan candi. Angkor Wat bisa ditempuh sekitar 10-20 menit dari kota ini dengan menggunakan tuk-tuk (semacam bajaj di Indonesia).

Menjelajah Candi Angkor Wat

Untuk biaya masuk Angkor Wat, Anda dapat menyiapkan USD20 (sekitar Rp 200 ribu) untuk tiket sehari. Bila Anda tidak cukup untuk menjelajah kawasan ini dalam sehari, ada juga tiket terusan untuk tiga hari seharga USD40 (sekitar Rp 400 ribu). Begitu masuk kita akan disambut oleh gerbang kuil yang dihias oleh patung ular raksasa yang panjang melingkar. Ular ini merupakan lambang kesuburan rakyat Kamboja. Lalu di dalam kompleks terdapat lima kuil utama yang dikelilingi oleh kuil-kuil kecil di sekitarnya. Seperti candi-candi Hindu di Indonesia, ciri khas bangunan candi di sini tersusun berundak-undak layang dan terdapat ukiran relief kuno yang menceritakan ajaran agama Hindu.

Kota Siem Reap dapat ditempuh dengan bus dari Phnom Penh selama enam jam atau 12 jam dari Vietnam. Tips: gunakan jasa angkutan tuk-tuk untuk berkeliling kompleks candi karena luasnya kawasan ini. Anda dapat merogoh kocek USD15 untuk berkeliling Angkor Wat dengan tuk-tuk tersebut. Selamat menjelajah!

Gambar: enjoytravelvietnam.com, ngm.nationalgeographic.com