Ayo ke Maumere

Berwisata ke Maumere

Transportasi yang masih agak sulit dan tiket yang cukup mahal mungkin adalah salah satu alasan mengapa banyak orang tidak memiliki cita-cita untuk bepergian ke Maumere. Ibu kota Nusa Tenggara Timur ini memang belum terlalu terkenal sebagai obyek wisata, tapi ternyata kota yang satu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Ketika Anda berkunjung ke Bali, maka tidak ada salahnya jika sekaligus merencanakan perjalanan ke Nusa Tenggara Timur. Walaupun sepertinya dekat, namun ternyata dibutuhkan waktu yang sama lamanya dari Bali ke Maumere seperti layaknya ketika Anda dari Jakarta bepergian ke Bali, yaitu dua jam.

Bagi yang pernah memandang setengah mata, Maumere pastinya akan membuat mereka semua terkejut. Alamnya yang berbukit-bukit memiliki kelebihan dibandingkan bukit lainnya.

Tempat Wisata di Maumere

Berwisata ke Maumere

Bukit Nilo mungkin harus diletakkan di daftar Anda yang paling atas untuk dikunjungi. Bukit ini letaknya hanya lima kilomerer dari Maumere. Bukit ini adalah bukit yang berada di Desa Nilo dan sebenarnya bukit tersebut bernama Bukit Keli. Mengapa bukit ini patut dikunjungi?

Di bukit tersebut terdapat patung Bunda Maria yang tingginya delapan belas meter. Itupun belum ditambah fondasinya. Jika ditambah dengan fondasi, patung seberat 6 ton ini memiliki tinggi dua puluh delapan meter. Memang tempat ini dibuat menjadi tempat religi bagi para kaum Nasrani. Tempat yang dibangun di tahun 2005 ini ternyata menarik semua orang, bahkan yang non-Nasrani untuk berkunjung dan menikmati alam.

Selain itu, karena kota tersebut memang mayoritas beragama Nasrani, masih ada pula sebuah gereja penuh sejarah yang bernama Gereja Tua Sikka. Gereja yang umurnya sudah lebih dari satu abad ini didirikan di tahun 1899. Kekhasan gereja ini adalah motif lukisan tenun ikat Sikka yang terhias indah.

Berwisata ke Maumere

Museum Bikon Blewut bisa menjadi tujuan berikutnya. Ia sedikit jauh dari Maumere, yaitu berjarak 10 kilometer. Ini merupakan museum yang paling besar yang ada di Nusa Tenggara Timur. Museum yang satu ini memiliki berbagai macam koleksi peninggalan prasejarah yang berhasil ditemukan di daerah tersebut. Berbagai barang yang ada adalah fosil, sampai dengan berbagai barang perhiasan adat dan alat tenun.

Tidak berhenti sampai disitu, pengunjung juga masih bisa mengunjungi Pasar Geliting, melakukan berbagai kegiatan wisata bahari dan watubelapi. Semua tempat wisata ini memiliki kelebihannya sendiri sehingga sayang jika harus dilewatkan.

Wisata bahari mungkin akan sedikit menguras kocek karena untuk snorkeling ataupun diving, Anda harus rela membayar mulai dari Rp. 200.000 sampai dengan sekitar Rp. 700.000 per orangnya. Maklum, di tempat ini belum terdapat banyak penyewaan alat snorkeling dan diving sehingga harganya masih bisa dikatakan lumayan mahal.